Apple Diminta Segera Atasi Masalah In-App Purchases di App Store

Apple Diminta Segera Atasi Masalah In-App Purchases di App Store

Aplikasi yang mengharuskan pengguna membayar di tengah permainan atau dikenal dengan in-app purchases tampaknya harus kembali menarik Apple kedalam lubang masalah. Pasalnya, pihak Uni Eropa merasa bahwa hingga kini Apple masih belum menyediakan solusi yang kongkrit yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Berbeda dengan Apple, pihak Google yang memiliki OS mobile Android justru telah melakukan antisipasi terhadap masalah ini, dengan melarang penggunaan kategory free/gratis pada aplikasi yang mengandung sistem in-app purchases. Namun Apple tampaknya enggan melakukan hal yang sama.

Masalah fitur in-app purchases ini sendiri sebenarnya memang sudah cukup lama menimbulkan kontrofersi. Pasalnya, banyak remaja dan anak-anak yang menggunakan perangkat iOS tersebut yang masih polos dan dan dengan lugunya mereka melakukan in-app purchases dengan seenaknya, tanpa mengetahui akibatnya. Alhasil, orang tua mereka sampai harus membayar jutaan rupiah hanya untuk game tidak menyenangkan yang berlangsung sebentar saja.

Keberadaan in-App purchases ini sendiri sebenarnya tidak melanggar hukum dan merupakan metode bisnis baru. Namun alangkah baiknya jika Apple melakukan suatu tindakan yang nyata untuk membatasi kerugian yang dapat dialami para orangtua yang tanpa sepengetahuan mereka, harus membayar sejumlah uang hanya untuk sebuah game yang diberi label Gratis.

Pihak Uni Eropa juga menegaskan kepada Apple, bahwa jika mereka enggan mematuhi ketentuan yang dibuat Uni Eropa, industri seperti Apple ini bisa berhadapan dengan otoritas Nasional, dengan alassan telah melanggar hukum perlindungan konsumen Uni Eropa.

Namun Apple juga dengan lantang membantah hal itu, mereka mengatakan bahwa mereka telah dengan jelas menandai setiap aplikasi yang mengandung fitur in-app purchases tersebut. “Kami juga akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu pihak Uni Eropa dalam mengatasi hal ini” tambah Apple.

Namun dengan hanya menandai saja, bukanlah solusi yang konkrit. Karena bagaimanapun, pihak Uni Eropa menuntut sebuah solusi yang konkrit dari Apple, bukan hanya sekedar tinakan pencegahan minim eperti itu saja.

Pada tahun 2008 lalu, seorang anak berusia 8 tahun telah menghabiskan sebesar £ 4.000 ($ 7.274) atau sekitar Rp 84,6 jutaan dari memainkan game berjudul My Horse dan Smurfs’ Village. . Namun akhirnya, Apple bersedia untuk mengganti kerugian tersebut kepada orangtua sang anak. Namun kebanyakan kasus yang merugikan tersebut, tidak mendapatkan penggantian dari pihak Apple.

Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa mereka akan terus mengawasi Apple selama mereka belum menghadirkan solusi yang konkrit untuk masalah ini. Setidaknya hingga pihak Apple mau menambahkan label khusus untuk aplikasi in-app purchases di Apple App store. Serta menambahkan detail seperti email sang developer, sehingga pihak Uni Eropa akan lebih mudah untuk melacaknya seandainya saja terdapat masalah atau pelanggaran.

Komisi Uni Eropa sendiri mencatat bahwa industri app di eropa sangatlah besar, dengan 80% dari keseluruhannya mengandung fitur in-app purchases. Sedangkan untuk layanan game online yang dikatakan gratis sendiri, hampir setengahnya mengandung fitur in-app purchases.

SHARE

Leave a Reply